<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Departemen Keuangan</title>
	<atom:link href="http://depkeu.demokrat.or.id/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://depkeu.demokrat.or.id</link>
	<description>Departemen Keuangan Partai Demokrat</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Feb 2012 02:59:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Kandidat DK OJK: Persaingan Tokoh Pasar Modal dan Pasar Uang</title>
		<link>http://depkeu.demokrat.or.id/?p=133</link>
		<comments>http://depkeu.demokrat.or.id/?p=133#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Feb 2012 02:42:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akmal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Eksternal]]></category>
		<category><![CDATA[analis pasar modal]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis.com]]></category>
		<category><![CDATA[BNI]]></category>
		<category><![CDATA[BUMN]]></category>
		<category><![CDATA[KPPU]]></category>
		<category><![CDATA[OJK]]></category>
		<category><![CDATA[PPATK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://depkeu.demokrat.or.id/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Source : via www.bisnis.com JAKARTA: Panitia seleksi calon dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan peserta seleksi yang lolos tahap pertama. Sejumlah nama terkenal tampak dalam pengumuman itu dari mulai bankir, ekonom, regulator, akademisi hingga politisi. Seleksi tahap pertama  ini merupakan penilaian administratif dimana setelah lulus calon DK OJK wajib mengikuti penilaian profil (profile assesment) <a href="http://depkeu.demokrat.or.id/?p=133"><b>...Baca Selengkapnya</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Source : via<strong> www.bisnis.com</strong></div>
<div>JAKARTA: Panitia seleksi calon dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan peserta seleksi yang lolos tahap pertama. Sejumlah nama terkenal tampak dalam pengumuman itu dari mulai bankir, ekonom, regulator, akademisi hingga politisi.</div>
<div><span id="more-133"></span></div>
<div>Seleksi tahap pertama  ini merupakan penilaian administratif dimana setelah lulus calon DK OJK wajib mengikuti penilaian profil (<em>profile assesment</em>) dan seleksi kapabilitas. Terdapat 87 orang yang lulus dalam seleksi awal ini.</div>
<div>Ketua Pansel Dewan Komisioner OJK Agus DW Martowardojo mengatakan keputusan itu ditetapkan dalam rapat pleno pansel dewan komisioner OJK pada 17 Februari 2012. &#8220;Diputuskan 87 nama yang lulus seleksi tahap I,&#8221; ujarnya dalam publikasi di Jakarta, hari ini.</div>
<div>Dengan hanya meloloskan 87 orang berarti tidak ada separuh dari 290 orang pendaftar. Semula ada 309 lamaran yang masuk, tetapi hanya 290 pendaftar yang memenuhi dokumen.</div>
<div>Agus mengutarakan seluruh peserta seleksi tahap II nantinya akan diselenggarakan pada 21&#8211;25 Februari 2012. Dengan adanya tenggang waktu itu, dia  meminta masyarakat turut berpartisipasi untuk menyampaikan masukan dan informasi terkait nama-nama peserta.</div>
<div>Berikut ini sejumlah nama yang lolos seleksi dewan komisioner OJK tahap pertama:</div>
<div>A. A. Ngurah Adnyana Dipta Achjar Iljas (mantan deputi gubernur BI), Achmad Sanusi Adler Haymans Manurung (analis pasar modal) Agus Muhammad (pejabat Kemenkeu) Ahmad Fuad (Bank Indonesia), Anggito Abimanyu (mantan ketua BKF), Chandra Martha Hamzah (mantan ketua KPK).</div>
<div>Selain itu, Chesna Fizetty Anwar, Deswandhy Agusman, Djoko Hendratto, Djoko Sarwono, Djoni Rolindrawan, Doddy Setyantoko Soewito, Edison Hulu, Endang Etty Merawati, Endang Kussulanjari, Tri Subari, Ending Fadjar.</div>
<div>Erry Firmansyah (mantan direktur BEI), Firdaus Djaelani (ketua LPS), Frans Y. Sahusilawane Hamud M. Balfas Handoyo Sudradjat, Hasan Zein Mahmud, Hekinus Manao, Heri Wahyu Setiyarso, Herry Daniel Pohan, I Wayan Agus Mertayasa (mantan wadirut Bank Mandiri), IGN Budi Sanjaya Ilya Avianti.</div>
<div>Iman Sugema (ekonom), Indra Safitri, Irene Hamidjaja Irwan Lubis (kepala biro BI), Isa Rachmatarwata (Bapepam LK), Iskandar Simorangkir (kepala Biro BI), Joni Swastanto (Bank Indonesia) Kasmin Pasaribu Kemal Azis Stamboel (DPR), Kusumaningtuti Sandriharmy, Soetiono Lana Soelistianingsih, Lilies Handayani, M. Achsin M. Noor Rachman Muchayat.</div>
<div>Muhamad Nadratuzzaman, Hosen Muhammad Gunawan, Yasni Mulabasa Hutabarat, Mulia Panusunan Nasution (Kemenkeu), Muliaman Darmansyah Hadad (Bank Indonesia), Mulya Effendi Siregar (Bank Indonesia) Nelson Tampubolon (Mantan pegawai BI), Ngalim Sawega Nurhaida (Bapepam LK), Ogi Prastomiyono (Bank Mandiri), Oni Syahroni Priatna Parikesit Suprapto (Kementerian BUMN).</div>
<div>Peter Benyamin Stok (Komisaris BNI), Purwantari Budiman (mantan pegawai BI), Rahmat Waluyanto (Kemenkeu), Rijani Tirtoso Riswinandi (Bank Mandiri), Robby Loho Robertus Bilitea Robinson Simbolon (Bapepam LK), S. Benny Pasaribu Sahala Lumban Gaol (Kementerian BUMN), Shalahuddin Haikal, Sidharta Utama, Sjahfiri Gaffar, Sri Hadiah Watie Stanislaus Say, Sudirman Sugeng Riyadi Sukarela Batunanggar (Bank Indonesia), Sulad Sri Hardanto, Suparwanto Sutito Sutrisno Iwantono (KPPU), Tarmiden Sitorus Tia Adityasih, Umar Juoro (Komisaris BII), Wimboh Santoso (Bank Indonesia) Yang Ahmad Rizal. (Bank Indonesia) Yanuar Rizky (ekonom) Yohanes Ronny Agandhi Yunus Husein (mantan PPATK) (tw)</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://depkeu.demokrat.or.id/?feed=rss2&#038;p=133</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemerintah Turunkan Angka Kemiskinan</title>
		<link>http://depkeu.demokrat.or.id/?p=122</link>
		<comments>http://depkeu.demokrat.or.id/?p=122#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 06:04:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akmal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Eksternal]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrat]]></category>
		<category><![CDATA[DPP Demokrat Bidang Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Ikhsan Modjo]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah SBY - Boediono]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://depkeu.demokrat.or.id/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Partai Demokrat mengklaim pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono selalu mampu menurunkan angka kemiskinan. Tak hanya ketika berduet dengan Jusuf Kalla, tapi juga ketika menggandeng Wakil Presiden Boediono, kemiskinan terus menurun. Hinga April 2011, angka kemiskinan sebesar 13,33 persen turun dari angka di tahun 2010 sebesar 14,15 persen. &#8220;Angka kemiskinan terendah sejak Indonesia merdeka. Itu bukan angka <a href="http://depkeu.demokrat.or.id/?p=122"><b>...Baca Selengkapnya</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Partai Demokrat mengklaim pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono selalu mampu menurunkan angka kemiskinan. Tak hanya ketika berduet dengan Jusuf Kalla, tapi juga ketika menggandeng Wakil Presiden Boediono, kemiskinan terus menurun.</p>
<p>Hinga April 2011, angka kemiskinan sebesar 13,33 persen turun dari angka di tahun 2010 sebesar 14,15 persen. &#8220;Angka kemiskinan terendah sejak Indonesia merdeka. Itu bukan angka omong kosong, tapi data BPS,&#8221; kata Ketua Departemen Keuangan DPP Partai Demokrat M. Ikhsan Modjo, dalam konferensi pers di Cikini, Jakarta, Kamis 5 Mei 2011.</p>
<p><span id="more-122"></span>Menurut Ikhsan, yang juga Direktur Eksekutif Financial Reform Institute, jika ada tokoh nasional dan agama yang menuding angka kemiskinan terus naik, itu adalah kesalahan. &#8220;Mereka memakai data yang salah. Dibandingkan dengan angka Jamkesmas dan angka raskin, ya jelas saja naik,&#8221; katanya.</p>
<p>Parameter lain yang menunjukkan kinerja pemerintah di bidang perekonomian semakin membaik adalah turunnya angka pengangguran. Hingga April 2011, kata Ikhsan, jumlah pengangguran mencapai angka 7,5 juta jiwa, jika dipersentasekan menjadi 6,5 persen. Jumlah itu menurun dibandingkan data tahun 2010 sebesar 8,32 juta jiwa (7,14 persen). &#8220;Rasio utang luar negeri juga turun terus, yakni 27 persen.&#8221;</p>
<p>Ikhsan mengatakan, pemerintah bukannya antikritik dari siapa pun. Tapi, ia meminta pihak-pihak pengkritik pemerintah bisa menggunakan data yang tepat dan akurat. Pemerintah, menurut dia, sejak tahun 1976 selalu mengacu pada data dari Badan Pusat Statistik untuk konsistensi dan perbandingan.</p>
<p>Ia menambahkan, pencapaian pemerintahan Yudhoyono selama berkuasa merupakan rangkaian dari perwujudan demokrasi produktif yang bertujuan menurunkan kemiskinan, pengangguran, serta meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan serta menggenjot pembangunan infrastuktur. &#8220;Jad,i bukan demokrasi kriminal,&#8221; kilahnya.</p>
<p>Ikhsan mengakui jika dalam proses mewujudkan demokrasi produktif memang masih ada sejumlah kekurangan. Namun, bukan berarti gagal sama sekali.</p>
<p>Karena itu, ia meminta tokoh masyarakat, termasuk partai oposisi dan tokoh oposisi, tidak asal kritik. Kritik yang dilancarkan harus diimbangi dengan argumen yang jernih, serta menawarkan alternatif solusi ke pemerintah. &#8220;Kritik terhadap pemerintah dan partai pemerintah layu sebelum berkembang, alias kehilangan bobot karena miskin ide alternatif,&#8221; kata dia.</p>
<p>M. Husni Thamrin, Direktur Bidang Perimbangan Keuangan Daerah dan Utang Financial Reform Institute, menilai kritik keras kepada pemerintah adalah hal yang ironis. Para pengkritik, lanjutnya, menggunakan data dari IMF dan World Bank untuk sumber perbandingan. &#8220;Pemerintah mereka nilai neolib, tapi mereka memakai data neolib juga,&#8221; ujarnya.</p>
<p><span class="Apple-style-span" style="font-size: xx-small;">Sumber : TEMPO Interaktif, Jakarta -<br />
</span><br />
<a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2011/05/05/brk,20110505-332435,id.html" target="_blank">http://www.tempointeraktif.com/hg/ke&#8230;332435,id.html</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://depkeu.demokrat.or.id/?feed=rss2&#038;p=122</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Usman Berapi-api Debat Dengan Ikhsan Modjo</title>
		<link>http://depkeu.demokrat.or.id/?p=117</link>
		<comments>http://depkeu.demokrat.or.id/?p=117#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Nov 2011 05:55:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akmal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Eksternal]]></category>
		<category><![CDATA[DPP Demokrat]]></category>
		<category><![CDATA[Ikhsan Modjo]]></category>
		<category><![CDATA[Usman Hamid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://depkeu.demokrat.or.id/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[INILAH.COM, Jakarta &#8211; Ketua Departemen Keuangan DPP Partai Demokrat (PD) Ikhsan Modjo dan Koordinator Kontras Usman Hamid berdebat sengit dalam acara diskusi mingguan polemik Sindo Radio yang digelar di Warung Daun Cikini, Sabtu (22/10/2011). Awal mula perdebatan saat Ikhsan Modjo memberikan pernyataan soal sejumlah prestasi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono selama masa kepemimpinannya. Ikhsan mengatakan bahwa <a href="http://depkeu.demokrat.or.id/?p=117"><b>...Baca Selengkapnya</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_118" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><a href="http://depkeu.demokrat.or.id/wp-content/uploads/2011/11/1788140.jpg"><br />
<img class="size-thumbnail wp-image-118" title="Ikhsan Modjo Vs Usman Hamid" src="http://depkeu.demokrat.or.id/wp-content/uploads/2011/11/1788140-150x150.jpg" alt="Ikhsan Modjo Vs Usman Hamid" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Ikhsan Modjo Vs Usman Hamid</p></div>
<p><strong>INILAH.COM, Jakarta &#8211; Ketua Departemen Keuangan DPP Partai Demokrat (PD) Ikhsan Modjo dan Koordinator Kontras Usman Hamid berdebat sengit dalam acara diskusi mingguan polemik Sindo Radio yang digelar di Warung Daun Cikini, Sabtu (22/10/2011).</strong></p>
<p>Awal mula perdebatan saat Ikhsan Modjo memberikan pernyataan soal sejumlah prestasi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono selama masa kepemimpinannya.</p>
<p>Ikhsan mengatakan bahwa SBY dinilai berhasil dalam mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. Kebijakan pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran adalah yang terendah sepanjang sejarah Indonesia. &#8220;Juga duet maut Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Sjafrie Syamsudin di bidang hankam,&#8221; ujar Ikhsan.</p>
<p><span id="more-117"></span>Mendengar pernyataan tersebut, Usman tanpa pikir panjang langsung menyela pernyataan Ikhsan. &#8220;Duet mautnya dimana? Tak ada RUU Keamanan yang digolkan, hanya RUU Intelijen itu pun digagas oleh BIN. RUU hankam enggak ada, prestasi apa? RUU Pertahanan yang mana,&#8221; tantang Usman kepada Ikhsan.</p>
<p>Kemudian mendengar Usman bernada tinggi, Ikhsan membela diri dengan menjawab pertanyaan Usman. &#8220;Ya minimal menggolkan RUU Pertahanan itu,&#8221; bantah Ikhsan.</p>
<p>Usman pun kembali bereaksi, dia menegaskan tidak ada prestasi menonjol yang patut dibanggakan selama rezim kepemimpinan SBY. &#8220;Anda tahu enggak kebijakan sektor pertahanan yang mana? Kalau anda tidak bicara duet maut saya tidak akan tanya prestasi itu. Saya enggak pakai kekerasan tapi berdebat untuk mencari solusi demi kesejahteraan rakyat,&#8221; kata Usman.</p>
<p>&#8220;Saya enggak angkat kayu untuk membubarkan Kongres Rakyat Papua, juga tidak mencekik demonstran yang melakukan unjuk rasa di depan Istana,&#8221; sindirnya.</p>
<p>Usman kemudian meminta maaf jika begitu berapi-api dalam penyataannya dalam diskusi mingguan tersebut. &#8220;Maaf jika saya agak marah, bukan marah sebenarnya. Cuma saya agak heran kalau ada orang muda semangat sekali membela pimpinan (presiden),&#8221; kata Usman. [bar]</p>
<p>Sumber : <a href="http://nasional.inilah.com/read/detail/1788140/usman-berapi-api-debat-dengan-ikhsan-modjo">http://nasional.inilah.com/read/detail/1788140/usman-berapi-api-debat-dengan-ikhsan-modjo</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://depkeu.demokrat.or.id/?feed=rss2&#038;p=117</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dirjen Pajak Kejar Perusahaan MiGas Yang Kurang Bayar</title>
		<link>http://depkeu.demokrat.or.id/?p=105</link>
		<comments>http://depkeu.demokrat.or.id/?p=105#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 02:22:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akmal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Eksternal]]></category>
		<category><![CDATA[Dirjen Pajak]]></category>
		<category><![CDATA[Fuad Rahmany]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://depkeu.demokrat.or.id/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Dkeu,Jakarta, 25/07/2011 MoF (Fiscal) News &#8211; Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany akan mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak (SKP) untuk perusahaan minyak dan gas (migas) asing yang masih tercatat kurang bayar. Demikian disampaikan Fuad saat ditemui di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta pada Senin (25/7). Fuad menjelaskan, saat ini ketetapan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) <a href="http://depkeu.demokrat.or.id/?p=105"><b>...Baca Selengkapnya</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dkeu</strong>,Jakarta, 25/07/2011 MoF (Fiscal) News &#8211; Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany akan mengeluarkan Surat Ketetapan Pajak (SKP) untuk perusahaan minyak dan gas (migas) asing yang masih tercatat kurang bayar. Demikian disampaikan Fuad saat ditemui di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta pada Senin (25/7).</p>
<p><span id="more-105"></span></p>
<p>Fuad menjelaskan, saat ini ketetapan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) adalah acuan bagi Ditjen Pajak dalam menarik pajak. &#8220;Jadi kita akan tetap mengeluarkan SKP berdasarkan BPKP,&#8221; kata Fuad. Ia menambahkan, dengan adanya SKP tersebut maka sengketa tunggakan perpajakan yang berlarut-larut dapat diselesaikan. &#8220;Asing nanti pasti bilang tidak merasa kurang bayar,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Menurut Fuad, dengan terbitnya SKP ini, artinya DJP menegaskan bahwa tunggakan pajak bagi perusahaan migas yang tercatat harus dilunasi, meskipun akan ada dampak yang terjadi. &#8220;Ya memang akan jadi masalah, tapi ya biarkan nanti Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) yang menyelesaikan,&#8221; urainya.</p>
<p>Fuad mengemukakan, saat ini perbedaan yang terjadi adalah karena adanya tax treaty yang berbeda. &#8220;Ada tax treaty Inggris yang 10 persen, kalau tax treaty-nya Amerika Serikat 20 persen,&#8221; tuturnya. Dengan adanya tax treaty, sambung Fuad, maka terjadi tax avoiden. &#8220;Dimana sebenarnya melanggar, tapi mengikuti aturan,&#8221; tegasnya. (sgd)</p>
<p>Sumber : http://www.depkeu.go.id/ind/Read/?type=ixNews&amp;id=20434&amp;thn=2011&amp;name=br_250711_14.htm</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://depkeu.demokrat.or.id/?feed=rss2&#038;p=105</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenalkan Wanita Terkaya dengan Harta Rp 1.375 Triliun</title>
		<link>http://depkeu.demokrat.or.id/?p=98</link>
		<comments>http://depkeu.demokrat.or.id/?p=98#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jul 2011 01:20:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akmal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Eksternal]]></category>
		<category><![CDATA[1375 triliun]]></category>
		<category><![CDATA[APBN Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Departemen Keuangan DPP Partai Demokrat]]></category>
		<category><![CDATA[Gina Rinehart]]></category>
		<category><![CDATA[SAP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://depkeu.demokrat.or.id/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Dkeu , TEMPO Interaktif,  Gina Rinehart, 57 tahun, sungguh mengguncang dunia. Pengusaha terkaya asal Australia ini disejajarkan dengan orang-orang terkaya di dunia seperti Carlos Sim, Bill Gates dan Warren Buffet. Bahkan kekayaannya diperkirakan mencapai Rp 1.375 triliun atau hampir setara APBN Indonesia. Laman berita dunia hari ini menulisnya sebagai calon wanita pertama sekaligus orang terkaya sejagat. <a href="http://depkeu.demokrat.or.id/?p=98"><b>...Baca Selengkapnya</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dkeu , TEMPO <em>Interaktif</em></strong>,  Gina Rinehart, 57 tahun, sungguh mengguncang dunia. Pengusaha terkaya asal Australia ini disejajarkan dengan orang-orang terkaya di dunia seperti Carlos Sim, Bill Gates dan Warren Buffet. Bahkan kekayaannya diperkirakan mencapai Rp 1.375 triliun atau hampir setara APBN Indonesia.<br />
<span id="more-98"></span>Laman berita dunia hari ini menulisnya sebagai calon wanita pertama sekaligus orang terkaya sejagat. Kekayaannya menyalip Carlos Slim, penguasaha telekomunikasi asal Meksiko dengan kekayaan Rp 649,7 triliun dan Pemilik Microsof, Bill Gates dari Amerika dengan kekayaan Rp. 491,7 triliun.</p>
<p>Rinehart mulai membangun kembali usaha pertambang keluarganya sejak usia 30 tahun. Janda empat anak ini mendapatkan warisan perusahaan tambang, Hancock Prospecting, yang terancam bangkrut dari ayahnya.</p>
<p>Sejak ditangani Rinehart, Hancock Prospecting kian berkembang menjadi salah satu perusahaan tambang terbesar di dunia. Pada 2010 keuntungan perusahaan ini meningkat dua kali lipat mencapai ratusan triliun.</p>
<p>Tapi penyelidikan Citigroup lebih mengejutkan. Keuntungan yang didapat sepanjang 2010 belum seberapa mengingat Renehart gencar melakukan ekspansi pertambangan batu bara dan bijih besi. Bahkan kekayaannya dipredikasi akan terus tumbuh puluhan kali lipat pada tahun mendatang.</p>
<p>Jika perusahaan Rinehart masuk bursa Australia (ASX) ia bisa mendapatkan US$30 miliar atau 260 triliun rupiah,&#8221; demikian perhitungan situs bisnis Australia SmartCompany. Selain itu ekspansinya di tambang bara dan biji besi bisa meraih untung setiap tahun mendekati US$ 10 miliar atau sekitar Rp 85 triliun.</p>
<p>Berikut ini daftar orang terkaya di dunia versi Majalah Forbes 2011:</p>
<p><strong>1. Carlos Slim (Meksiko) &#8211; Rp 649,7 triliun, telekomunikasi</strong></p>
<p>Slim, 71, pertama menunjukkan bakat bisnisnya di usia 10 tahun dengan menjual minuman dan makanan ringan untuk keluarganya. Setelah belajar teknik, ia mendirikan sebuah perusahaan real estate dan bekerja sebagai pedagang di bursa saham Meksiko. Slim dikenal dengan &#8220;sentuhan Midas&#8221; dalam mengakuisisi perusahaan bermasalah dan mengubahnya menjadi penghasil uang.</p>
<p>Kekayaan besarnya kontras dengan gaya hidup hematnya. Dia telah tinggal di rumah yang sama selama sekitar 40 tahun dan mengendarai sebuah Mercedes Benz tua, meskipun dilapisi baja dan dikawal.</p>
<p>Dia telah terlibat dalam memerangi kemiskinan, buta huruf dan kesehatan buruk di Amerika Latin dan mempromosikan proyek-proyek olahraga bagi masyarakat miskin, tetapi tidak pernah menyatakan berencana untuk memberikan sebagian besar kekayaannya untuk amal.</p>
<p><strong>2. Bill Gates (USA) &#8211; Rp 491,7 triliun, Microsoft</strong></p>
<p>Merasakan awal dari revolusi komputer pribadi, Gates, 55, keluar dari Harvard University pada tahun 1975 untuk memulai Microsoft dan mengejar visi komputer di setiap meja dan di setiap rumah. Microsoft go public pada tahun 1986 dan setahun kemudian sahamnya melonjak membuat Gates, pada usia 31, menjadi miliarder.</p>
<p>Pada tahun 2008 ia mengundurkan diri dari perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia itu untuk bekerja di The Bill and Melinda Gates Foundation. Dia telah memberikan Rp 245,8 triliun kekayaannya untuk yayasan itu.</p>
<p>Bersama istrinya Melinda dan Warren Buffett, dia juga meyakinkan 57 miliuner AS untuk meneken Janji Memberi dan secara publik berjanji memberikan setidaknya 50 persen dari kekayaan mereka selama hidup mereka atau pada saat kematian mereka.</p>
<p><strong>3. Warren Buffett (USA) &#8211; Rp 439 triliun, Berkshire Hathaway</strong></p>
<p>Buffett, 80, telah menjalankan konglomerasinya yang berpusat di Omaha, Nebraska, sejak tahun 1965. Bisnisnya dari kereta api hingga es krim.</p>
<p>Pada tahun 2006 ia berjanji untuk memberikan 99 persen kekayaannya ke Bill dan Melinda Gates Foundation dan amal keluarga. Sejauh ini dia telah memberikan US$ 8 miliar (Rp 70,2 triliun) ke Yayasan Gates.</p>
<p><strong>4. Bernard Arnault (Prancis) &#8211; Rp 360 triliun, LVMH</strong></p>
<p>Arnault, 62, teman dari Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, dididik di Ecole Polytechnique dan bergabung dengan perusahaan konstruksi ayahnya di usia 25. Dia memperoleh reputasi pemburu perusahaan yang kejam setelah mendorong keluar saingan pemegang saham ketika ia mulai membangun grup LVMH pada 1990-an dengan merek Louis Vuitton, Moet dan Hennessy.</p>
<p>Saat ini grup itu menjadi grup pembuat barang mewah terbesar di dunia. Imejnya sebagai predator menghantuinya ketika dia berjuang dengan sia-sia untuk mengakuisisi Gucci pada tahun 1999 dan 2000. Lalu minggu ini dia menghentak pembuat perhiasan Bulgari sebesar US$ 5,18 miliar.</p>
<p><strong>5. Larry Ellison (USA) &#8211; Rp 347 triliun, Oracle Corp</strong></p>
<p>Ellison, pendiri dan CEO Oracle, dikenal dengan persaingannya dengan pembuat perangkat lunak Jerman SAP AG. Eksekutif itu akhir tahun lalu menyerang Hewlett Packard yang menurutnya tidak adil karena memecat teman lamanya Mark Hurd. Ellison kemudian mempekerjakannya.</p>
<p>Ellison, yang memenangkan kejuaraan berlayar Piala Amerika tahun lalu, dianggap salah satu &#8220;orang lama&#8221; dari Silicon Valley.</p>
<p><strong>6. Lakshmi Mittal (India) &#8211; Rp 273 triliun, baja</strong></p>
<p>Taipan baja berbasis di London, Mittal, 60, menjalankan ArcelorMittal, produsen baja terbesar di dunia.</p>
<p><strong>7. Amancio Ortega (Spanyol) &#8211; Rp 272 triliun, ritel</strong></p>
<p>Amancio Ortega, 74, memulai bisnis pakaian di tahun 1960 dengan membuat gaun di garasinya di La Coruna. Perusahaannya, Inditex, memiliki rumah mode Zara dan sekarang menjadi pengecer pakaian terbesar di dunia. Ortega ketat menjaga privasi dan tidak memberikan wawancara ke media. Ia mengumumkan pada Januari bahwa ia berencana untuk mengundurkan diri sebagai pimpinan perusahaan.</p>
<p><strong>8. Eike Batista (Brasil) &#8211; Rp 263,4 triliun, pertambangan, minyak</strong></p>
<p>Berdarah Jerman dan putus kuliah yang selama bertahun-tahun berjuang untuk bangkit dari bayang-bayang ayahnya yang terkenal, Batista, telah lama mengatakan dia ingin menjadi orang terkaya di Brasil dan di dunia. Segala sesuatu terkait pria 53 tahun &#8211; dari mobil sport Mercedes-Benz SLR McLaren hingga the &#8220;X&#8221;, nama semua perusahaannya, merupakan jeritan ambisinya.</p>
<p><strong>9. Mukesh Ambani (India) &#8211; Rp 237 triliun, petrokimia, minyak dan gas</strong></p>
<p>Seorang insinyur kimia, Mukesh, 53, dropped out dari program MBA Stanford University dan bergabung dengan Reliance pada tahun 1981.</p>
<p><strong>10. Christy Walton &amp; keluarga (USA) &#8211; Rp 232,7 triliun, Wal-Mart</strong></p>
<p>Christy Walton adalah janda dari John Walton, yang merupakan putra pendiri Wal-Mart Sam Walton. Sam Walton membangun kerajaan Wal-Mart global dari toko tunggal di Arkansas. Sekarang Wal-Mart merupakan pengecer terbesar di dunia.</p>
<p>Sementara untuk Indonesia per Informasi Maret 2011 seperti dirilis sebuah majalah disebutkan informasinya sebagai berikut :</p>
<p>Majalah Forbes merilis daftar Orang Terkaya di Dunia 2011, Rabu (9/3). Sebanyak 14 pengusaha, jika R. Budi Hartono dan Michael Hartono dipisah, asal Indonesia masuk dalam daftar tersebut. Namun, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie tidak masuk.</p>
<div id="terkait2011">
<h2><span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; font-weight: normal;">Di antara 1.210 orang terkaya di dunia dalam daftar Forbes, ada 14 pengusaha Indonesia yang masuk dalam daftar. Dari daftar tersebut, Robert Budi Hartono menjadi orang terkaya se-Indonesia dengan kekayaan US$5 miliar (Rp 43,9 triliun) bersama saudaranya, Michael Hartono, dengan kekayaan US$5 miliar (Rp 43,9 triliun).</span></h2>
</div>
<p>Posisi kedua diduduki pengusaha batu bara Lock Tuck Kwong dengan kekayaan US$3,6 miliar (Rp 31,6 triliun). Pada tahun lalu, Lock Tuck Kwong berada di posisi ketujuh dalam daftar 40 orang terkaya se-Indonesia versi Forbes.</p>
<p>Sementara, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie tidak terdapat dalam daftar Orang Terkaya di Dunia 2011. Tahun lalu, Bakrie menduduki posisi ke-10 daftar orang terkaya se-Indonesia dengan kekayaan US$2 miliar (Rp 17,5 triliun).</p>
<p>Sedangkan, Chairul Tanjung berada di posisi ke-11 dengan kekayaan US$ 1,1 miliar (Rp 9,6 triliun). Meski posisinya naik dari tahun lalu yang hanya berada pada peringkat ke-18, kekayaan Chairul Tanjung turun dari nilai tahun 2010 yang mencapai US$ 1,25 miliar (Rp 10,9 triliun).</p>
<p>Pengusaha lain yang naik peringkatnya adalah Sukanto Tanoto. Pria berusia 61 tahun kini berada di posisi ketujuh dengan kekayaan US$1,9 miliar (Rp 16,6 triliun) setelah tahun lalu bercokol di peringkat ke-16 dengan kekayaan US$ 1,4 miliar (Rp 12,2 triliun).</p>
<p>Ini Daftar Orang Terkaya Indonesia versi Forbes 2011:<br />
1. (208 dunia) R. Budi Hartono, 70 tahun, US$5 miliar rokok dan perbankan<br />
1. (208) Michael Hartono, 71, US$5 miliar rokok dan perbankan<br />
2. (304) Low Tuck Kwong, 62, US$3.6 miliar batu bara<br />
3. (420) Martua Sitorus, 51, US $2.7 miliar kelapa sawit<br />
4. (488) Peter Sondakh, 59, US$2.4 miliar investasi<br />
5. (564) Sri Prakash Lohia, 58, US$2.1 miliar polyester<br />
6. (595) Kiki Barki, 71, US$2 miliar batu bara<br />
7. (651) Sukanto Tanoto, 61, US$1.9 miliar beragam<br />
8. (782) Edwin Soeryadjaya, 62, US$1.6 miliar batu bara<br />
9. (833) Garibaldi Thohir, 45, US$1.5 miliar batu bara<br />
10. (938) Theodore Rachmat, 67, US$1.3 miliar batu bara<br />
11. (1057) Chairul Tanjung, 48, US$1.1 miliar beragam<br />
12. (1057) Murdaya Poo, 70, US$1.1 miliar beragam<br />
13. (1140) Benny Subianto,.., US$1 miliar batu bara</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p>sumber : rudy /<strong>FORBES| TNR| KODRAT </strong></p>
<p><strong></strong> <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2011/06/28/brk,20110628-343749,id.html">http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2011/06/28/brk,20110628-343749,id.html</a></p>
<p><a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2011/03/10/brk,20110310-318945,id.html">http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2011/03/10/brk,20110310-318945,id.html</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://depkeu.demokrat.or.id/?feed=rss2&#038;p=98</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesolidan Rapat Koordinasi Partai Demokrat : Harapan dan Tantangan</title>
		<link>http://depkeu.demokrat.or.id/?p=89</link>
		<comments>http://depkeu.demokrat.or.id/?p=89#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2011 05:41:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akmal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Internal]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrat]]></category>
		<category><![CDATA[Akmal B.Y]]></category>
		<category><![CDATA[Anas Urbaningrum]]></category>
		<category><![CDATA[Cesar Budi Setiawan]]></category>
		<category><![CDATA[Depkeu Demokrat]]></category>
		<category><![CDATA[M Husni Thamrin]]></category>
		<category><![CDATA[Rakornas Partai Demokrat 23 - 24 Juli 2011]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[Suprapto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://depkeu.demokrat.or.id/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Dkeu , Rakornas DPP Partai Demokrat telah usai dengan melahirkan semangat semangat baru dan keceriaan tampak dari wjah para peserta . Ribuan orangyang terwakili atas unsur DPR RI , DPRD Provinsi , DPRD Kabupaten plus Jajaran DPP Partai demokrat , Jajaran DPD dan DPC dari seluruh Indonesia hadir . Mereka merindukan kebersamaan dan kekompakan luar <a href="http://depkeu.demokrat.or.id/?p=89"><b>...Baca Selengkapnya</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_91" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://depkeu.demokrat.or.id/wp-content/uploads/2011/07/images.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-91" title="Demokrat " src="http://depkeu.demokrat.or.id/wp-content/uploads/2011/07/images-150x132.jpg" alt="Partai Demokrat" width="150" height="132" /></a><p class="wp-caption-text">Partai Demokrat</p></div>
<p>Dkeu , Rakornas DPP Partai Demokrat telah usai dengan melahirkan semangat semangat baru dan keceriaan tampak dari wjah para peserta . Ribuan orangyang terwakili atas unsur DPR RI , DPRD Provinsi , DPRD Kabupaten plus Jajaran DPP Partai demokrat , Jajaran DPD dan DPC dari seluruh Indonesia hadir . Mereka merindukan kebersamaan dan kekompakan luar biasa dalam menatap perjalanan ke depan Demokrat . Partai yang besar dari dua kali pemilu di Indonesia . Dan telah menjadikan kader terbaik Demokrat sebagai Presiden Republik Indonesia .</p>
<p><span id="more-89"></span></p>
<p>Semangat tersebut juga terlihat dari beberapa komentar jajaran Departemen Keuangan DPP Partai Demokrat sebagai berikut:</p>
<p>Cesar Budi Setiawan :</p>
<p>&#8221; Menyejukkan sekali apa yang disampaikan oleh SBY (Ketua Dewan Pembina-red)  disaat PD mengalami cobaan masalah yang cukup serius , disitu SBY menunjukkan keteladanan sebagai pemimpin yang bijak dan penuh kasih terhadap anak &#8211; anaknya . Kecerdasan SBY yang harus dituruti yaitu : &#8221; Empat Cluster ( Solusi SBY kepada DPP Partai Demokrat Untuk Terus Memperjuangkan Proggram Pro Rakyat -red ) , menyentuh perasaan rakyat daripada membuang waktu menghadapi fitnah dari pihak pihak yang mau menghancurkan PD menuju 2014 . Hidup Demokrat !! &#8221; ( Kepala Biro Departemen Keuangan )</p>
<p>Mone Thamrin :</p>
<p>&#8221; Rakornas Partai Demokrat Juli 2011 , di Bukit Sentul Bogor Jawa Barat menunjukkan tekad dan konsolidasi Partai Demokrat menyongsong 2014 . Satu tekad bersatu demi kejayaan Partai Demokrat . Silaturahim sesama kader Demokrat yang berkumpul dari seantereo Nusantara merupakan modal awal kerjasama demi kesuksesan di masa depan . Bersakit sakit dahulu , bersenang senang kemudian &#8221;  ( Kepala Biro Departemen Keuangan )</p>
<p>Akmal B.Y ( A.B.Y ) :</p>
<p>Sebuah ajang rutin tahunan yang menyejukkan dengan thema yang disuguhkan tepat untuk mengingatkan kembali mengenai jati diri Partai yang sesungguhnya . Demokrat besar dari sebuah proses dan kerja keras . Pidato Ketua Umum Anas Urbaningrum dan Ketua Dewan Pembina SBY sangat menjadi Suntikan energi bagi segenap insan demokrat yang hadir ribuan memadati Sentul City 23 &#8211; 24 Juli 2011 . Saatnya kader partai kembali memperjuangkan proggram &#8211; proggram ke Rakyatan dan mesukseskan agenda pemerintahan . Semua lini eksekutif , legislatif dari jajaran partai harus bersama sama dan bertegur sapa . SBY juga mengingatkan agar petinggi partai mau me-&#8221;wongke&#8221; setiap individu , senior para pengurus maupun sayap sayap partai , jangan hanya seorang kader mau tampil dan menyapa konstituen ketika akan pemilu .Semua harus bersama menghadapi segala tantangan .  ( Mantan Vc.Presiden Mahasiswa BEM Usakti , Departemen Keuangan DPP Demokrat )</p>
<p>A. Suprapto :</p>
<p>Rakornas menjadi ajang penguatan nilai nilai loyalitas kader terhadap partai, sekaligus sebagai wahana untuk saling introspeksi agar Demokrat menjadi partai yang lebih solid dan konsisten terhadap arah dan tujuan partai , baik jangka panjang maupun jangka pendek . yang kedua menjadi ajang untuk membuat rencana strategis partai guna menentukan pencapaian target yang diinginkan karena rencana strategis merupakan kunci keberhasilan dari pencapaian tujuan . Yang terakhir adalah untuk membudayakan semangat kebersamaan dan integritas kerja serta tidak menciptakan budaya saling mencurigai . Artinya , menumbuhkan semangat kepercayaan (team-red) antara senior &#8211; junior , merupakan modal untuk membangun kebersamaan dalam mencapai sebuah tujuan . ( Kader Jawa Timur,  DPP Keuangan Demokrat )</p>
<p>(/aliey)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://depkeu.demokrat.or.id/?feed=rss2&#038;p=89</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kita Bisa Jadi Superpower Ekonomi</title>
		<link>http://depkeu.demokrat.or.id/?p=77</link>
		<comments>http://depkeu.demokrat.or.id/?p=77#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 11:10:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>akmal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Ikhsan Modjo]]></category>
		<category><![CDATA[Kita Bisa Jadi Superpower Ekonomi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://depkeu.demokrat.or.id/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Dkeu , PENGAMAT ekonomi Indef, M Ikhsan Modjo, memiliki pendapat menarik mengenai masa depan ekonomi Indonesia. Apakah setelah Sri Mulyani Indrawati lengser ekonomi kita akan lebih baik atau justru sebaliknya? Faktor apa saja yang membuat perekonomian negeri ini tidak jatuh ke dalam krisis berkepanjangan. Berikut perbincangan dengan doktor lulusan Monash University, Melbourne, Australia, ini, di <a href="http://depkeu.demokrat.or.id/?p=77"><b>...Baca Selengkapnya</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dkeu , PENGAMAT ekonomi Indef, M Ikhsan Modjo, memiliki pendapat menarik mengenai masa depan ekonomi Indonesia. Apakah setelah Sri Mulyani Indrawati lengser ekonomi kita akan lebih baik atau justru sebaliknya? Faktor apa saja yang membuat perekonomian negeri ini tidak jatuh ke dalam krisis berkepanjangan. Berikut perbincangan dengan doktor lulusan Monash University, Melbourne, Australia, ini, di Jakarta, belum lama ini.</p>
<p><span id="more-77"></span></p>
<p>Apa yang sesungguhnya telah dilakukan oleh Sri Mulyani sehingga ia tampak begitu penting di mata para pelaku ekonomi?<br />
Sri Mulyani bisa dikatakan sebagai salah satu Menteri Keuangan terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Ia memang individu dengan banyak kelebihan di bidang akademik, manejerial, maupun politik.</p>
<p>Dengan kelebihan ini, Sri Mulyani mampu memberikan warna dan corak khas pada arah perjalanan ekonomi bangsa. Yang jelas, ia juga menerima banyak penghargaan dari berbagai institusi baik luar maupun dalam negeri.<br />
Hanya, banyak pihak berpendapat sebaliknya. Pencapaian yang dilakukan Sri Mulyani cenderung bersifat semu dan tidak langsung bisa dirasakan masyarakat. Mengapa? Ini karena corak dan arah kebijakannya dianggap melenceng. Ini menutup segala prestasi yang telah dilakukan. Sri Mulyani dianggap telah gagal karena menyeruak kasus mafia perpajakan dan bail-out Bank Century.</p>
<p>Saya hanya ingin mengingatkan, jangan sampai hujan sehari kemudian menutup panas setahun. Kasus mafia perpajakan muncul bukan hanya karena kesalahan Sri Mulyani. Bahkan Sri Mulyani yang paling tegas bersikap setelah munculnya kasus ini. Begitu juga dalam kasus Century. Sebagai orang yang paling bertanggung jawab terhadap perekonomian saat itu wajar bila kemudian dia mengambil kebijakan yang dianggap paling tepat, walau kemudian mengundang kontroversi.<br />
Apa sih kemenojolan prestasi Sri Mulyani?</p>
<p>Dari catatan yang saya miliki yang paling menonjol tentu saja adalah dalam hal konsolidasi fungsi dan peran kementerian keuangan. Ia telah berhasil melakukan pengelolaan dan pengendalian fungsi fiskal pemerintahan yang jauh lebih baik dari pendahulunya. Hal ini, misalnya, bisa dilihat dari kemampuan menurunkan rasio utang, penerapan akuntabilitas penggunaaan anggaran negara yang lebih tinggi, penyehatan proporsi fiskal dalam arti pengurangan struktur subsidi dan pembebanan lain yang tidak diperlukan dalam anggaran negara.<br />
Sri Mulyani juga telah menjadikan Kementerian Keuangan sebagai institusi pioner dalam menerapkan anggaran berbasis kinerja di pemerintahan dan menerapkan intensifikasi dan ekstensifikasi perpajakan.</p>
<p>Ya. Tapi kita tak bisa mundur ke belakang. Siapa tokoh ideal yang menurut Anda bisa menggantikan Sri Mulyani?<br />
Kriteria untuk menjadi menteri keuangan tentu saja haruslah orang yang memiliki kapasitas, baik keilmuan maupun pengalaman, serta untuk Indonesia tentu saja adalah akseptabilitas, dalam arti bisa diterima oleh stake holders kebijakan yang ada, seperti elite-elite politik yang ada, partai-partai serta tentu saja lembaga-lembaga donor.</p>
<p>Dari kriteria tersebut, sesungguhnya saat ini kita memiliki banyak figur yang bisa menjadi menteri keuangan. Dari dalam pemerintahan, misalnya, ada Prof Armida Alisjahbana (Menteri Negara/ Kepala Bappenas), Darmin Nasution (Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia), atau Kuntoro Mangkusubroto (Kepala Unit Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Kepresidenan). Sementara dari luar pemerintahan, ada figur-fifur seperti Agus Martowardoyo (Direktur Bank Mandiri), atau Harry Azhar Azis (Ketua Badan Anggaran DPR-RI). Saya yakin beberapa nama yang disebutkan memenuhi semua kriteria kapasitas dan akseptabilitas yang ada. Pilihan yang akan diambil tentu saja tergantung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).</p>
<p>Mengenai latar belakang calon Menteri Keuangan, saya melihat isu yang membedakan antara calon dari kalangan profesional dan politik sebagai isu yang tidak relevan dan kurang pada tempatnya. Perbedaan akuntabilitas terhadapa calon dari parpol dan profesional sama-sama bisa diuji oleh publik dan Dewan Perwakilan Rakyat yang akan secara dekat mengawasi.</p>
<p>Begitu juga, banyak mereka yang duduk di partai politik juga memiliki latar belakang profesional. Mereka itu memiliki kemampuan akademis dan pengalaman yang layak untuk disandingkan sebagai Menteri Keuangan. Di negara-negara yang sudah maju, bahkan, mereka yang duduk sebagai Menteri Keuangan atau di portofolio kementerian lain, hampir semua adalah dari kalangan partai politik.<br />
Mereka sebagai executive decision dari kebijakan-kebijakan pemerintah, sementara profesional lebih banyak berperan sebagai penasihat kebijakan.</p>
<p>Lebih jauh, isu dikotomi antara calon dari profesional dan partai di Indonesia saya lihat lebih banyak diembuskan oleh pihak-pihak tertentu, yakni mereka yang memiliki latar belakang ideologi tertentu , akan tetapi tidak memiliki kaki di partai.<br />
Mereka ingin berkuasa tapi tidak melalui partai. Ke depan cara-cara ini sudah seyogyanya dihilangkan, bila seseorang atau sekelompok orang ingin berkuasa, maka cara terbaik adalah bertarung secara terbuka melalui partai, sehingga menjadi jelas juga visi dan misi yang di bawa dan ditawarkan ke masyarakat.</p>
<p>Bagaimana kira-kira perekonomian kita menghadapi banyak persoalan ekonomi yang tidak kunjung habis ini?<br />
Sesungguhnya, ekonomi kita sudah berada di track perkembangan yang baik. Beberapa komentar dari luar, termasuk dari beberapa rekan yang saya temui di banyak seminar regional dan internasional, banyak memuji perkembangan ekonomi Indonesia. Negara kita banyak diyakini akan menjadi salah satu negara superpower di bidang ekonomi dalam 10 sampai dengan 20 tahun ke depan. Tentu saja dengan catatan berbagai potensi sumber daya alam, manusia serta potensi-potensi lain di bidang ekonomi bisa kita garap secara optimal.</p>
<p>Akan tetapi, ada dua pekerjaan rumah yang harus dibenahi bila kita ingin sampai ke taraf itu, dan disegani oleh negara-negara lain dalam hal ekonomi. Pertama, adalah persoalan kesejahteraan di seluruh lapisan penduduk. Pemerintah diharapkan mampu memecahkan persoalan lama berupa kemiskinan, yang hingga saat ini masih diderita tidak kurang dari 15 persen penduduk Indonesia yang berjumlah lebih dari 230 juta.</p>
<p>Masyarakat juga berharap dapat dikurangi tingkat pengangguran, yang tercatat masih cukup tinggi sebesar 8 persen dari total pekerja atau lebih dari 9 juta orang. Pada saat sama, jumlah angkatan kerja domestik terus meningkat dengan kecepatan yang hanya tertandingi oleh India dan China. Begitu pun, pengurangan ketimpangan dalam harus dipercepat, karena dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecendeungan untuk naik, menyamai angka ketimpangan yang pernah terjadi pada krisis moneter pada 1997-1998.</p>
<p>Bagian kedua pekerjaan rumah kita adalah peningkatan daya saing bangsa, yang dalam beberapa tahun terakhir cenderung stagnan sementara negara pesaing mengalami peningkatan. Sampai saat ini, Indonesia masih tercatat sebagai salah satu negara dengan tingkat korupsi terbesar di dunia. Infrastruktur di dalam negeri juga jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga dan kompetitor di persaingan global. Indonesia juga memiliki persoalan lingkungan yang tidak kalah pelik, yakni sebagai negara yang memiliki emisi karbon terbesar ketiga di dunia.</p>
<p>Demikian pula, otonomi daerah yang dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing perekonomian lokal, dalam praktik justru berakibat sebaliknya, yakni dengan kemunculan ketergantungan baru daerah pada pusat. Demikian pula, reformasi birokrasi yang dicanangkan belum menemukan bentuk seperti yang diinginkan.</p>
<p>Sesuatu yang terlihat sekadar kenaikan kompensasi pejabat. Sementara hampir tidak ada perbedaan dalam hal layanan publik yang diberikan kepada masyarakat. Dalam beberapa aspek bahkan menunjukkan kemunduran. Birokrasi cenderung digunakan sebagai alat kekuasaan dan tekanan politik. Dua persoalan inilah yang harus dihadapai dan dipecahkan bersama bila kita ingin maju dan disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia.</p>
<p>Apa solusi strategis yang harus segera diambil?<br />
Siapa pun yang mengganti Sri Mulyani harus mampu menyelesaikan dua agenda pekerjaan rumah yang dia tinggalkan, yakni reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi. Saat ini Kementerian Keuangan sudah memulai reformasi birokrasi dengan menerapkan banyak aturan tentang transparansi dan akuntabilitas yang baik dan tergolong maju dibandingkan kemeterian-kementerian yang lain.<br />
Bagaimana kita menghadapi efek krisis yang terjadi di Yunani?</p>
<p>Dampaknya di Indonesia, bisa baik bahkan buruk. Krisis di Yunani bisa berakhibat buruk bisa berlangsung lama dan membutuhkan biaya yang lebih besar dari yang diperkirakan. Krisis yang berlangsung lama dan lebih parah dari yang diperkirakan akan menyebabkan sesuatu yang dinamakan sebagai sudden stop of capital dan capital reversal dari negara-negara berkembang termasuk Indonesia. (35)</p>
<p>Sumber: Sumber <a href="http://financialreforminstitute.wordpress.com/2011/03/14/kita-bisa-jadi-superpower-ekonomi/">http://financialreforminstitute.wordpress.com/2011/03/14/kita-bisa-jadi-superpower-ekonomi/</a></p>
<p>(Hartono Harimurti/bnol)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://depkeu.demokrat.or.id/?feed=rss2&#038;p=77</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harga cabai dan rajungan turun, Jatim deflasi 0,03%</title>
		<link>http://depkeu.demokrat.or.id/?p=31</link>
		<comments>http://depkeu.demokrat.or.id/?p=31#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Apr 2011 06:28:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Eksternal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://depkeu.demokrat.or.id/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Turunnya berbagai harga kebutuhan pokok dan bahan makanan khususnya cabai rawit dan cabai merah selama bulan Maret 2011 dinilai sabagai pemicu utama terjadinya deflasi Jatim sebesar 0,03%. Angka deflasi ini lebih rendah dari deflasi nasional yang mencapai 0,32%. &#8220;Deflasi Jatim terjadi akibat penurunan harga berbagai komoditas bahan makanan, khususnya harga cabai rawit, beras, cabai merah, <a href="http://depkeu.demokrat.or.id/?p=31"><b>...Baca Selengkapnya</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p id="content"><strong><a href="http://depkeu.demokrat.or.id/wp-content/uploads/2011/04/cabe.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-34" title="cabe" src="http://depkeu.demokrat.or.id/wp-content/uploads/2011/04/cabe.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></strong>Turunnya berbagai harga kebutuhan pokok dan bahan  makanan khususnya cabai rawit dan cabai merah selama bulan Maret 2011 dinilai  sabagai pemicu utama terjadinya deflasi Jatim sebesar 0,03%. Angka deflasi ini  lebih rendah dari deflasi nasional yang mencapai 0,32%.</p>
<p>&#8220;Deflasi Jatim  terjadi akibat penurunan harga berbagai komoditas bahan makanan, khususnya harga  cabai rawit, beras, cabai merah, bawang merah, kepiting rajungan, cumi, tongkol  kacang panjang, tongkol pindang dan udang basah,&#8221; ungkap Kepala Badan Pusat  Statistik (BPS) Jatim, Irlan Indrocahyo di Surabaya, Jumat  (1/4/2011).</p>
<p>Harga cabai rawit, umpamanya, pada bulan Februari harga masih  mencapai Rp90.000 per kilogram sementara pada bulan Maret turun 16% menjadi  Rp75.000 per kilogram. Penurunan harga cabai rawit di bulan Maret ini ini  menurutnya dipicu oleh gejala musiman yang terjadi tiap tahun. Penurunan yang  sama juga terjadi untuk komoditas cabai merah besar. Pada bulan Februari harga  cabai merah besar masih mencapai Rp21.000 per kilogram menjadi Rp17.000 per  kilogram, turun sebesar 19%.</p>
<p>Sementara harga beras dan bawang merah juga  terjadi penurunan. Bawang Merah sedang pada bulan Februari harga masih dilevel  Rp20.000 per kilogram sedangkan di Maret turun menjadi Rp20.000 per kilogram.  Untuk harga beras, harga turun 1,7% dari Rp7.000 per kilogram di bulan Februari  menjadi Rp6.800 per kilogram di bulan Maret.</p>
<p>&#8220;Meski ada beberapa  komoditas yang mengalami penurunan, namun ada juga berbagai kebutuhan yang  harganya masih naik dan memberikan sumbangan terjadinya inflasi, diantaranya  kenaikan harga telur ayam ras, emas perhiasan, bawang putih, minyak goreng,  daging ayam ras, sepeda motor, bandeng, rokok kretek, majalah dewasa dan rokok  filter,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Irlan juga menuturkan, dari 10 kota yang menjadi  acuan perhitungan laju inflasi di Jatim, hanya Surabaya yang mengalami inflasi  sebesar 0,17%, sementara 9 kota lainnya mengalami deflasi.</p>
<p>Deflasi  tertinggi terjadi di kota Kediri yang mencapai 0,34% disusul kota Jember sebesar  0,33% dan Tuban sebesar 0,31%. Sementara deflasi terendah terjadi di Sumenep  sebesar 0,01%.</p>
<p>&#8220;Tingginya deflasi yang terjadi di Kediri, Jember dan  Banyuwangi ini lebih disebabkan oleh besarnya penurunan harga pada kelompok  bahan makanan sehingga memberikan sumbangan negatif yang lebih tinggi dari  kota-kota lainnya. Sementara inflasi di Surabaya terjadi akibat kecilnya  sumbangan kelompok bahan makanan dan terjadinya kenaikan harga emas perhiasan  yang memiliki bobot yang cukup tinggi di kota pahlawan ini,&#8221; terang  Irlan.</p>
<p>Sementara laju inflasi tahun kalender Januari-Maret 2011 di Jatim  mencapai 0,99% dan laju inflasi year on year (Maret 2011 terhadap Maret 2011)  mencapai 7,32%. <strong>kbc</strong><strong>6</strong></p>
<p><strong>(sumber: kabarbisnis.com)<br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://depkeu.demokrat.or.id/?feed=rss2&#038;p=31</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kelas menengah Indonesia lebih dari 50%</title>
		<link>http://depkeu.demokrat.or.id/?p=28</link>
		<comments>http://depkeu.demokrat.or.id/?p=28#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Apr 2011 06:26:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Eksternal]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Internal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://depkeu.demokrat.or.id/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA: Pemerintah dan lembaga politik dituntut lebih responsif terhadap tuntutan di bidang penegakkan hukum, transparansi perpajakan dan layanan kesehatan menyusul tumbuhnya kelas ekonomi menengah sampai di atas 50 % dari jumlah penduduk saat ini. Demikian dikatakan oleh Ketua Departemen Keuangan DPP Partai Demokrat, Ikhsan Modjo, seusai seminar bertema &#8220;Kebangkitan kelas menengah di Indonesia dan implikasi <a href="http://depkeu.demokrat.or.id/?p=28"><b>...Baca Selengkapnya</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA: Pemerintah dan lembaga politik dituntut  lebih responsif terhadap tuntutan di bidang penegakkan hukum, transparansi  perpajakan dan layanan kesehatan menyusul tumbuhnya kelas ekonomi menengah  sampai di atas 50 % dari jumlah penduduk saat ini.<br />
Demikian dikatakan oleh  Ketua Departemen Keuangan DPP Partai Demokrat, Ikhsan Modjo, seusai seminar  bertema &#8220;Kebangkitan kelas menengah di Indonesia dan implikasi ekonomi, soslial  dan politik&#8221; hari ini.</p>
<p>Seminar sehari itu juga menampilkan nara sumber  Ketua DPP Partai Amanat Nasional Bima Arya Sugiarto dan Staf Khsusus Wakil  Presiden bidang ekonom, Mohammad Ikhsan.</p>
<p>Menurut Ikhsan, pertumbuhan  kelas ekonomi menengah yang telah mencapai 56,5% dari jumlah penduduk Indonesia,  telah menimbulkan dampak positif terhadap perkembangan politik dan demokrasi.  Namun demikian pemerintah maupun lembaga politik seperti DPR dan parpol  dihadapkan pada tantangan bagaimana mengartikulasikan tuntutan kelas ekonomi  menengah tersebut.</p>
<p>&#8220;Pemerintah dan lembaga politik harus lebih repsonsif  terhadap tuntutan kelompok menengah ini. Ini merupakan tantangan juga bagi  pemerintah bagaimana memberantas korupsi, transparansi pajak dan meningkatkan  layanan kesehatan,&#8221; ujarnya. Strategi pengembangan partai politk pun, ujar  Ikhsan, dituntut untuk mampu mengakomodir tuntutan dari kelas ekonomi menengah  kalau tidak ingin ditinggalkan pemilih.</p>
<p>Dengan tantangan demikian,  ujarnya para politisi dan petinggi negeri tidak bisa bersikap menutup diri dan  apologis terhadap berbagai aspirasi. &#8220;Sebaliknya pemimpin dan para kader partai  harus bersikap visioner dan responsif terhadap berbagai aspirasi,&#8221;  ujarnya.</p>
<p>Namun demikian, Ikhsan menegaskan bahwa kehidupan politik dan  ekonomi akan stabil apabila pemerintah mampu menciptakan pondasi ekonomi yang  kukuh. Dia mengatakan bahwa dengan tingkat perkapita penduduk pada angka  US$6.000, atau jauh lebih baik dari posisi US$4.500 saat ini, kehidupan politik  yang dimotori oleh kelas menengah akan stabil.</p>
<p>&#8220;Jadi pertumbuhan ekonomi  kelas menengah ini justru akan membuat pemerintah dan parpol lebih akuntabel.  Kualitas ekonomi dan politik akan mencapai titik stabil bila kita bisa mencapai  pendapatanh perkapita US$6.000,&#8221; ujarnya menegaskan.</p>
<p>Ketua DPP Partai  Amanat Nasional (PAN) Bima Arya Sugiarto menekankan pertumbuhan kelas menengah  secara signifikan akan menambah daya kritis publik dan tuntutan terhadapa  pemerintahn yang lebih efektif, bersih dan berwibawa.</p>
<p>Untuk Indonesia,  hal ini akan menjadi tantangan khas tersendiri mengingat kelas menengah yang  saat ini tidak tumbuh dalam rezim otoriter dan represif. Kelas menengah  Indonesia, ujarnya, adalah kelas menengah yang tumbuh dan hidup dalam iklim  masyarakat yang sangat demokartis dan pluralistis.</p>
<p>Namun demikian dia  mengingatkan bahwa pentingnya peran media massa dalam mendukung pertumbuhan  ekonomi dan politik. &#8220;Yang belum tersentuh saat in i adalah peranan media. Media  tidak boleh menjadi provokator atau partisan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut Bima,  media massa tetap harus punya idelasime di tengah terjadinya perubahan system.  Dia juga menambahkan sebagai pilar demokrasi, media tidak boleh hanya  menyenangkan atasan atau pihak pemilik modal. (ea)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(sumber: bisnis.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://depkeu.demokrat.or.id/?feed=rss2&#038;p=28</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BPS: Harga Cabai Turun, Maret Deflasi 0,32%</title>
		<link>http://depkeu.demokrat.or.id/?p=36</link>
		<comments>http://depkeu.demokrat.or.id/?p=36#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Apr 2011 03:38:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>editor</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Eksternal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://depkeu.demokrat.or.id/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada Maret 2011 terjadi deflasi 0,32%. Utamanya karena penurunan harga bahan pokok seperti cabai dan beras. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya, Jalan DR. Soetomo, Jakarta, Jumat (1/4/2011). &#8220;Deflasi tertinggi dari tiga tahun terakhir karena yang pernah dicapai April 2009 sebesar <a href="http://depkeu.demokrat.or.id/?p=36"><b>...Baca Selengkapnya</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://depkeu.demokrat.or.id/wp-content/uploads/2011/04/Logo-bps.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-37" title="Logo-bps" src="http://depkeu.demokrat.or.id/wp-content/uploads/2011/04/Logo-bps.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Jakarta</strong> &#8211; Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada Maret  2011 terjadi deflasi 0,32%. Utamanya karena penurunan harga bahan pokok seperti  cabai dan beras.</p>
<p>Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Rusman Heriawan  dalam jumpa pers di kantornya, Jalan DR. Soetomo, Jakarta, Jumat  (1/4/2011).</p>
<p>&#8220;Deflasi tertinggi dari tiga tahun terakhir karena yang  pernah dicapai April 2009 sebesar 0,31% dan Januari 2009 sebesar 0,07%,&#8221; tegas  Rusman.</p>
<p>Dikatakan Rusman inflasi kumulatif Januari-Maret 2011 adalah  0,7%, sementara inflasi yoy di Maret mencapai 6,65%.</p>
<p>&#8220;Deflasi dikarenakan  sumbangan dari volatile food pressurenya masih ada inflasi 0,25%,&#8221; jelas Rusman.</p>
<p>Secara nasional yang masih menyumbang inflasi di Maret 2011 adalah telur  ayam ras yang harganya naik 4,56% dan menyumbang inflasi 0,3%. Kemudian bawang  putih yang harganya naik 2,15% dan menyumbang inflasi 0,02%. Lalu harga emas  perhiasan yang menyumbang inflasi 0,02%. Inflasi dari pertamax juga  ada.</p>
<p>Sementara yang menyumbang deflasi adalah harga cabai merah yang  turun 30,5% dan menyumbang deflasi 0,23%. Lalu harga beras yang turun 3,54% dan  menyumbang deflasi 0,21%. Lalu harga cabai rawit turun 19,57% dan menyumbang  deflasi 0,07%.</p>
<p>Harga bawang merah turun 4,65% dan menyumbang deflasi  0,03%.</p>
<p>Dari 66 kota sebanyak 54 kota mengalami deflasi dan 14 kota  mengalami inflasi. Deflasi tertinggi di Padang 2,59% dan Dumai deflasi 2,34%.  &#8220;Padang karena banyak konsumen cabai dan harganya turun,&#8221; imbuh  Rusman.</p>
<p>Sementara inflasi tertinggi di Palu 0,67%, dan Maumere  0,57%.</p>
<p><strong>(dnl/dnl)</strong></p>
<p>(sumber: detikfinance.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://depkeu.demokrat.or.id/?feed=rss2&#038;p=36</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

